Jenis-jenis dan Contoh KPI

Posted on

Pada dasarnya, KPI punyai manfaat yang besar bagi pebisnis yang baru saja terjun ke dunia bisnis. Itulah sebabnya, KPI harus dipecah ke dalam lebih dari satu jenis supaya proses perencaanan, dan pemantauan lebih tersusun rapih, sadar dan detail. Berikut ini adalah jenis-jenis KPI yang harus Anda ketahui.

Jenis KPI #1: Finansial
Dalam dunia bisnis, yang harus Anda ketahui adalah finansial merupakan anggota utama yang bisa membuat bisnis terlihat berkembang atau sedang menurun. Oleh sebab itu, jenis KPI pertama yang harus Anda ketahui adalah finansial.

Segala perihal yang dipegang oleh finansial, layaknya arus kas, hutang, pendapatan bersih, pendapatan, pengeluaran, biaya operasional dan lainnya harus dicantumkan. Tanpa ada dokumentasi ini, Anda bakal selalu merasa kesulitan dalam memberi tambahan ketetapan apakah segala normalitas yang dijalankan selama 6 bulan kemarin memberi tambahan efek positif atau negatif, dan bagaimana tindakan yang harus diambil alih pada 6 bulan selanjutnya.

Jenis KPI #2: Operasional

KPI yang satu ini berguna untuk mengukur bagaimana seluruh karyawan Anda memberi tambahan layanan paling baik kepada pelanggan. Uniknya, tidak serupa jenis bisnis, maka pengukuran KPI bakal sedikit berbeda. Contoh yang bisa Anda bayangkan adalah layaknya tersebut ini:

• Bisnis jasa online: tentang bagaimana sediakan sarana 24 jam.
• Bisnis penjualan produk: tentang ketepatan kala pengiriman barang kepada pelanggan.

Jenis KPI #3: Pertumbuhan
Apa itu KPI yang lengkap adalah KPI yang bisa jadi elemen yang bisa digunakan untuk mengukur kemajuan bisnis, tidak benar satunya lewat jenis KPI pertumbuhan, merasa dari jumlah pengunjung, jumlah leads, jumlah pelanggan, hingga jumlah kawan perusahaan. Semua bisa Anda lihat lewat data yang satu ini. Khusus untuk KPI yang satu ini, tidak bisa Anda tugaskan kepada tidak benar satu departemen saja. Karena, diperlukan kontributor dari lebih dari satu departemen dalam bisnis Anda untuk memberi tambahan data yang satu ini. Contohnya, terkecuali Anda dambakan lihat jumlah pengunjung, dan leads, maka anggota departemen yang harus mengerjakan adalah marketing, tetapi untuk jumlah pelanggan dan jumlah kawan perusahaan bisa Anda lihat hasilnya lewat departemen sales atau operasional.

Lihat Juga : Contoh KPI

Cara Membuat KPI yang Efektif bagi Bisnis Kecil
Meskipun pada ulasan di atas Anda sudah membaca bahwa KPI merupakan matriks yang berupa data, data dan data. Bukan bermakna membuat KPI harus selalui di mulai bersama membaca data yang sudah dulu dikumpulkan pada semester sebelumnya. Melainkan, apa yang paling perlu yang harus dicapai dalam bisnis Anda supaya Anda bisa menentukan data apa saja yang harus dikumpulkan supaya proses pemilihan KPI jadi lebih tepat.

Berikut ini daftar yang bakal menunjang Anda untuk menentukan KPI yang efektif.
• Sesuai bersama obyek bisnis Anda.
• Spesifik, terukur, bisa dicapai, realistis, dan terikat bersama waktu.
• Memiliki bobot.

Contoh tersebut bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini.

 

Sebagai pemimpin yang baik, Anda harus memiliki kekuatan untuk menerjemahkan obyek perusahaan pada masing-masing departemen menjadi tugas yang enteng dimengerti oleh seluruh karyawan. Seperti yang disebutkan pada misal KPI karyawan digital marketing di atas, dimana tugas berikut harus diselesaikan di dalam 6 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *