DJP Himbau Masyarakat Untuk Lebih Waspada Dengan Modus Penipuan By Phone

Posted on

DJP Himbau Masyarakat Untuk Lebih Waspada Dengan Modus Penipuan By Phone

Jasa Konsultan Pajak Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak bersama Kementerian Keuangan menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan modus penipuan yang menggunakan nama Direktorat Jenderal Pajak. Modus penipuan yang paling mengkhawatirkan masyarakat sekarang ini adalah permintaan data masyarakat via telepon.

Hestu Yoga Saksama selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat mengungkapkan jika pihaknya tidak akan pernah menghubungi wajap pajak untuk dimintai data. Hal ini merupakan bentuk penipuan yang menggunakan nama Direktorat Jenderal Pajak.

Maka dari itu, DJP menghimbau pada masyarakat untuk selalu mewaspadai terhadap modus ini, karena bisa saja modus penipuan tersebut dilakukan demi mencari keuntungan melalui cara illegal.

“Waspadai penipuan yang dilakukan oleh oknum yang mengakui petugas Direktorat Jenderal Pajak atau dengan cara lainnya yakni mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak lantas menghubungi wajib pajak via telepon, email, SMS, fax maupun surat yang meminta maupun menanyakan informasi personal penting mulai dari nama lengkap, NIK, tanggal lahir, NPWP maupun password EFIN untuk akun Direktorat Jenderal Pajak Online”

Menurut Hestu, pihak pemerintah belum akan menempuh jalur hukum terkait masalah tersebut, sebab belum adanya laporan dari masyarakat yang jadi korban atas modus penipuan tersebut.

“Sejauh ini memang belum ada korban yang telah melakukan laporan secara resmi, namun saat ini kami terus concern untuk melakukan pencegahan supaya masyarkat tidak menjadi korban dari penipuan ini” ujarnya.

Awalnya Dari Pesan Berantai

Sebelumnya telah beredar di aplikasi pesan yang dikatakan sebagai korban penipuan dari oknum yang mengatasnamakan pegawai bea cukai dan pajak. Ada pun bunyi pesan tersebut sebagai berikut ini:

Penipuan model terbaru, dengan mengatasnamakan kantor pajak atau kantor bea cuka, pengalaman pribadi saya, hati-hati jika menerima telepon ini, karena saya sendiri telah mengalaminya, pada tanggal 16 November 2018, telepon sekitar pukul 13.00 WIB.

Ada telpon masuk yakni berupa answering machine yang mengatakan jika anda memperoleh peringatan pajak yang diterbitkan hari ini dari bea cukai dan untuk keterangan lebih lanjutnya silahkan untuk menekan angka 0 untuk dapat tersambung dengan pihak CS kami. Bila Anda menekan 0, maka seseorang CS akan bicara dengan Anda, dengan alasan verifikasi data akan meminta data pribadi termasuk nomor KTP.

Bila mendapatkan telpon seperti ini, sebaiknya warga berhati-hati, karena seyogyanya pemerintah tidak meminta data melalui telepon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *